IKPAB FONDATION

IKATAN KETURUNAN PANGERAN  BURHAN / AHMAD BURHANUDDIN
(TUBAGUS BUANG)

            SEJARAH TERBENTUKNYA  IKPAB

Mengingat keturunan Sulthan Haji Abun Nashr Abdul Qahar bin  sulthan Ageng Titayasa Abul Fatchi Abdul Fattah.  Banyak tersebar diberbagai wilayah melalui Pangeran Burhan (Tubagus Buang) bin Pangeran Ksatrian, sedangkan kebanyakan mereka tidak saling mengenal dari jalur lain, maka dibentuklah sebuah wadah Silaturrahim dengan nama Ikatan Keluarga Pangeran Burhan / Ahmad Burhanuddin (Tubagus Buang) disingkat ( IKPAB ) pada akhir tahun 2019.

Sosialisasi terus berjalan walaupun dengan tim dan dana yang sangat minim untuk ukuran silaturrahmi keluarga Tubagus Buang se Jabodetabek dan Banten. Banyak keluarga mulai terdata setelah sejak bebrapa generasi menutup jati dirinya sebagai keluarga Pangeran Burhan (Tubagus Buang) baik keluarga Kyai, tokoh pejabat maupun orang biasa, karna mereka melihat betapa pentingnya silaturhami antar keluarga, untuk menuju kepada kesejahteraan dalam bidang pendidkan agama dan pendidikan formal dan ekonomi, apalagi sebenarnya mereka merindukan kebersatuan keluarga besar ke Sulthanan Banten pada khusunya. Setidaknya kami ingin bangkit walaupun untuk sekedar kepedulian terhadap sesama keluarga Pangeran Burhan (Tubagus Buang).

Bagi kita yang merasa memiliki kaitan nasab dengan Tubagus Buang sampai kepada  kesulthanan Banten ( Maulana Hasanuddin ), rasanya mimpi untuk mengumpulkan ribuan bahkan juataan keluarga Pangeran Burhan (Tubagus Buang)  khusunya umumnya trah sulthan Banten yang berada di Jabodetabek dan Banten, Inilah yang akan digarap oleh IKPAB, Membenahi dan mengumpulkan keluarga Tubagus Buang yang tercecer disetiap wilayah untuk bersatu, tanpa melihat dari segi apapaun.

2.              TUJUAN IKPAB

IKPAB ini dibuat untuk tujuan penting sebagai berikut:

1.    Mengamalkan sabda Nabi SAW :

ليس الوا صل بامكافى ولكنّ الواصل إذا انقطع رحمه وصله

Artinya: “ Bukanlah orang menyambung keluarga itu yang saling membalas, melainkan orang yang apabila ada keluarga yang terputus maka iapun menyabung keluarga itu “

2.      Memanfatkan hubungan keluarga untuk mempererat hubungan antar keluarga satu dengan keluarga yang lainnya.

3.      Mendata seluruh keluarga keturunan Pangeran Burhan  (Tubagus Buang), untuk diketahui kondisi agama dan ekonominya, untuk kemudain diadakan pembin aan pada keluarga yang kurang pengetahuan agamanya dan lemah ekonominya, karena tidak sedikit keluarga yang menyimpan silsilah ( manuskrip / data ) dengan rapih tapi agama dan ekonominya memperhatinkan.

4.      Mensosialisasikan ajaran dan manhaj leluhur, khususnya kepada generasi muda keluarga, agar meneladani leluhur.

Pendataan Keluarga

IKPAB mulai mendata semua keuturuna Pangeran Burhan  (Tubagus Buang) yang tersebar di berbagai wilayah, baik dari garis laki-laki maupun perempuan, yakni semua dzuriayahnya beliau yakni tidak khusus ahli waris atau mansubun ilahi.

Dalam pendataan, kami membuat katagori riwayat nasab yang intinya sebagai berikut:

1.      Catatan nasab atau intisab yang bisa dipertanggung jawabkan nama dan urutannya. Yaitu catatan yang sudah rapih dan dikenal oleh keluarga besar atau tercatat dalam buku keluarga.

2.      Catatan nasab yang memiliki riwayat layak diterima dan jelas bersambung pada keluarga IKPAB. Namun ada iktilaf dalam penulisan nama atau jalur kami bisa mempertanggung jawabkan secara ilmiah (data) bahwa pemilik nasab seperti ini tidak bisa dikeluarkan dari daftar keluarga IKPAB.

 

IKPAB adalah sebuah ikatan keluarga yang besifat independen, tidak terkait dan tidak berada dibawah ormas, atau lembaga nasab apapun. Dari awal memang tidak memiliki prioritas apapun apalagi megesahkan atau menolak nasab keluarga Tubagus Buang khusunya dan keluarga kesulthanan Banten pada umunya. Karna IKPAB juga tidak memiliki banyak data mengenai keluarga keulthanan Banten dan sebaliknya mereka pun tidak banyak memiliki data keluarga Tubagus Buang. Karna dari mereka pun belum melakukan peneliatan keturunan Tubagus Buang kepada keluarga di setiap wilayah, khusunya di Jabodetabek.

IKPAB dan keluarga kesulthan serta anggotanya masing-masing saling menghargai dan mempercayai nasab yang lain. Tidak saling su’udhzon sebagaimana yang terjadi pada sebagian keturunan kesulthanan Banten yang saling mendustakan nasab keluarga yang lainnya.

Keturuna Tubagus Buang tidak terdata dalam kesulthanan Banten. Ada banyak keluarga yang masing-masing hanya mendata keluarga yang diketahui dan dikenal diantara mereka. Dari keturunan dzuriat kesulthanan Banten sendiri. Selain keluarga Dzuriat kesuthanan Banten masih banyak lagi yang datanya tidak dimiliki oleh Dzuriat kesulthan Banten. Diantaranya keturunan Tubagus Buang yang tersebar diberbagai wilayah. Kebanyakan dari merka hanya membuat satu perkumpulan keluarga sendiri-sendiri dan mencatat nasab anggota meeka berdasarkan catatan dan riwayat keluarga secara trurun temurun. Maka kami dengan beberapa anggota berinisiatip membuat suatu perkumpulan maka dibuat lah sebuah wadah siltaurrahmi dalam sebuah paguyuban yaitu Ikatan Keluarga Pangeran Ahmad Burhanuddin disingkat menjadi IKPAB. Ketika ada sebagian dari para Dzuriat kesulthana Banten yang mendustakan nasab keluarga kesulhanan Banten, itu bukan berarti Dzuriat Kesulthan Banten mereka mendustakan, melainkan sebagian keluarga mereka. Pendustaan itu hanyalah akibat ketidak tahuan. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Artinya: “ Dan janganlah kau mengomentari sesuatu yang engkau sendiri tidak memiliki pengetahuan tentangnya.” (Al-Isra’ : 36)

Rasulalllah SAW bersabda:

ألنَّاسُ مُؤْ تَمَنُوْنَ عَلَى أَنْسَا بِهِمْ

Artinya: “ Manusia itu bisa dipercaya atas pengakuan nasab-nasab mereka “



Comments

Popular posts from this blog

Keluarga Keturunan Tb. BUANG